Tampilkan postingan dengan label ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadan. Tampilkan semua postingan
rin_iffah

Suasana dodoku mari di hari ke-21 ramadan pagi tadi setelah sepekan Ternate diguyur hujan
Kapal ramadan; demikian ibu kami menamainya. Menjadikannya dongeng jelang pejam setiap kali ramadan kian dekat menghampiri dan beberapa hari sebelum ramadan beranjak pergi. Setiap hari, adik bungsu kami dengan sangat antusias mengajak mama dan papa menuju pelabuhan menanti kedatangan kapal ramadan ini. Kapal yang konon datang dengan banyak perbekalan, dan akan pulang membawa amalan-amalan kami selama ramadan. Maka di setiap sepuluh hari terakhir ramadan, mama dan papa akan selalu menyemangati kami untuk memperbanyak amalan agar kapal-kapal ramadan ini bisa terisi muatan yang banyak sebelum ia bertolak meninggalkan dermaga di akhir ramadan. Karena menurut cerita mama kala itu, setelah pergi, kitapun belum pasti akan bisa dikunjungi kembali oleh kapal ramadan.

Ketika dewasa barulah kami pahami, kapal ramadan ini hanyalah perumpamaan yang dibuat oleh kedua orang tua kami demi memotivasi anak-anaknya dalam beribadah di bulan ramadan. (Semoga Allah merahmati keduanya) Selengkapnya...

rin_iffah




"Waktu makan sahur tersisa satu menit." Demikian pengumuman yang disampaikan lewat radio maupun masjid dekat rumah. Dan satu menit setelah itu terdengarlah bunyi sirine tanda waktu imsak tiba. Pada kondisi tersebut, seluruh aktivitas makan minum pun dihentikan meskipun azan subuh masih akan berkumandang sepuluh hingga lima belas menit kemudian. Kebiasaan ini sudah berlangsung entah sejak kapan di Ternate bahkan mungkin hampir merata di seluruh Indonesia. Karena semenjak pertama kali kami mulai belajar berpuasa, bunyi sirine yang cukup menakutkan bagi mereka yang belum sempat sahur di belasan menit sebelum subuh ini sudah lazim terdengar. Sayangnya... menahan diri dari makan sahur (imsak) seperti ini (sependek pemahaman kami) malah tidak sesuai dengan tuntunan syariat meskipun (konon) tujuannya baik; untuk lebih berhati-hati. Padahal jelas dalam al qur'an disebutkan “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (Al Baqarah: 187)

Fajar yang dimaksud adalah fajar shadiq penanda masuknya waktu subuh yang saat ini lebih kita ketahui lewat kumandang azan subuh. Nabi pun sangat menganjurkan ummatnya untuk mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Namun dalil tersebut tidak serta merta menjadikan kita bermalas-malasan untuk bersahur. Karena ada sebagian dari kita yang malah masih dengan tenangnya bersantap sahur di saat azan subuh telah dikumandangkan lalu berdalih belum terbit fajar atau azan subuhnya terlalu cepat dari waktu terbit fajar. Olehnya, meng-ilmui perkara terkait penyempurna ibadah shaum juga adalah bagian dari kebutuhan masing-masing diri agar tak sampai keliru dalam beramal. -CMIIW-

Semoga Allah memberikan taufikNya kepada kita dalam bergiat menjalankan ibadah di hari-hari ramadan yang semakin bergulir cepat
Selengkapnya...