Apapun kejadiannya, menara WTC telah ambruk rata dengan tanah, peristiwa ini menjadi momentum paling tepat bagi Gedung putih dan Pentagon untuk menabuh genderang perang terhadap kekuatan umat Islam di seluruh dunia. Umat Islam yang menjadi batu penghalang paling keras bagi terciptanya tujuan mereka, The New World Order. Suatu tatanan dunia baru yang dipersiapkan bagi kehadiran kedua kalinya sang Kristus. Yang dipercaya akan memimpin mereka dalam mengalahkan musuh-musuhnya. In the name of Dollar, Oil and God, menuju satu titik: peperangan dan hari akhir.
Presiden Amerika, AS Ronald reagen diyakini merupakan presiden pertama yang memulai suatu tradisi baru dalam protokoler gedung putih dimana kebaktian, seminar keagamaan, dan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tokoh gereja evangelika amerika sering diadakan. Di masa reagenlah paham Zionis-Kristen masuk dalam lingkaran elit pemerintahan amerika. Seluruh kebijakan, terutama kebijakan Amerika di luar negeri khususnya untuk wilayah Timur tengah, sangat kental bernuansa Zionis.
Penerus Reagen, George H.W. Bush, William J Clinton, dan George W. Bush, merupakan orang-orang yang sangat yakin tentang nubuat-nubuat Tuhan seperti yang tercantum di dalam Injil Darby atau Scofield, injil resmi amerika. Menurut keyakinan mereka, abad millenium merupakan zaman akhir dimana suatu ketika akan terjadi Peperangan Besar Terakhir (Armageddon) yang melibatkan seluruh dunia, antara Tuhan melawan Iblis. Kristus akan mengalahkan anti-christ. Dan setelah itu dunia akan menjadi damai dan sejahtera hingga datangnya hari penghabisan.
Sebab itu, dilandasi kepercayaan akan hari akhir seperti yang dinubuatkan dalam injil Darby, para presiden Amerika bekerja dengan sekuat tenaga untuk melapangkan jalan bagi suatu hari dimana akan datang Kristus yang kedua kalinya. Karena menurut kepercayaan mereka Kristus akan turun di Palestina, maka mereka berupaya untuk menguasai Tanah Palestina sepenuhnya dan memberikannya kepada orang-orang Yahudi.
Dalam pandangan Ordo Kabbalah yang kini mengejawantah menjadi kaum Zionis –baik Yahudi maupun pendukungnya-, akhir dunia akan terjadi ketika telah terbentuk the Great Israel yang batas-batas wilayahnya jauh lebih luas ketimbang Tanah Palestina, mencakup tanah Mesir, tanah Saudi Arabia, tanah Irak, tanah Turki, bahkan mencaplok seluruh wilayah Lebanon dan Syiria. The Great Israel kini tengah dibentuk dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Suatu ketika, jika tahap pertama cita-cita Kabbalah ini berhasil, maka mereka akan menyatakan bahwa Yerusalem dengan Haikal Sulaimannya merupakan pusat dari agama Kristen sesungguhnya. Jadi mereka akan menggusur kekuasaan Vatikan dan juga Paus, dengan seorang Raja dunia yang diangkat dan diklaim sebagai pewaris darah keturunan Yesus Kristus.
The Second Coming atau Maranatha dalam kacamata Islam terjadi ketika muncul Imam Mahdi yang akan memimpin peperangan terakhir ummat Islam melawan Dajjal dan pengikutnya. Di saat itu juga muncul Nabi Isa alaihissalaam dari menara putih di dekat masjid Damaskus, Syiria yang membenarkan ajaran Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan menyeru kepada kaumnya agar segera bartaubat dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Nabi Isa juga bergabung dalam barisan Imam Mahdi untuk menghancurkan Dajjal. Ini suatu saat pasti terjadi.
Dua tanduk Iblis telah runtuh, dan mereka, kaum Zionis telah mempersiapkan diri menyambut The New World Order. Namun pada akhirnya, umat Islam akan menjadi pemimpin dunia dengan kepemimpinan yang penuh keadilan dan keberkahan, hingga datangnya kiamat.
Wallaahul Musta’an
Sumber: Buku; Fakta Rahasia yang Tak Diungkap The Da Vinci Code, Knights Templar Knights of Christ Konspirasi berbahaya biarawan Sion Jelang Armageddon, Rizki Ridyasmara, Pustaka al Kautsar.





