Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan
rin_iffah

Gemetar jemari kala harus menuliskan penggalan kisah ini. Adalah sebuah skenario indah yang Allah perlihatkan dengan cara mengutus bidadari-bidadari dunianya tepat di depan mata saya. Jika kemarin saya dipertemukan dengan seorang perempuan yang rela mempertahankan janin di kandungannya meski harus menelan pahitnya dikucilkan. Hari ini ada perempuan berhati mulia lainnya yang bertandang untuk kembali 'menampar' saya. Yah, agar saya dan kita semua bisa menyaksikan bahwa mereka ini ada. Agar saya dan kita semua bisa mengambil hikmah dari kisah yang mungkin sebagian kita beranggapan bahwa cerita demikian hanya ada di sinetron atau roman picisan belaka.. Dan sungguh hanya keimananlah yang membuat mereka rela menjual kesenangan dunianya demi meraih ridha Allah semata.

Saya terdiam sejenak mendengar penuturan riang seorang ibu yang menemani pasien ibu hamil yang datang ke poliklinik tadi pagi "Janin yang ada di dalam kandungannya adalah anak suami saya juga, pantas kan dok jika saya cerewet sama kondisi kesehatannya" jleb.... saya tidak menyangka jika akan mendapat jawaban demikian atas pertanyaan saya sebelumnya. Padahal saya hanya ingin memastikan apakah yang mendampingi ibu hamil ini keluarganya ataukah hanya teman dekat. Dua orang yang sedang duduk berhadapan dengan saya ini adalah Isteri pertama dan kedua yang bahkan saya pun tak mengira mereka mampu saling menyayangi, menjaga layaknya saudara sedarah. "Kak A** ini madu saya dok, dia merelakan suaminya menikahi saya begitu tahu kalo suaminya jatuh cinta sama saya. Dan tak lama lagi akan hadir malaikat kecil yang semakin menguatkan ikatan cinta kami" Ibu hamil yg berusia sekitar 25 tahunan ini mencoba menjelaskan ketika melihat kebingungan yang sempat terlintas dari raut wajah saya. "Awalnya berat dok. Perempuan mana sih yg bersedia dimadu? Hati perempuan mana yg tak terluka begitu tahu kalau dirinya bukan satu-satunya di hati suaminya. Tapi saya sadar ketika suami saya menyukai seorang perempuan bukan berarti dia sudah tidak mencintai saya, tapi dia sedang jatuh cinta lagi. Saya tidak mau suami saya terjatuh dalam perbuatan dosa hanya karena harus memendam ataupun mengungkapkan perasaannya kepada perempuan yg bukan isterinya sedang masih ada jalan terbuka lebar yang ditawarkan oleh agama ini untuk mencegah perbuatan yang terlarang itu. Dan saya sampai pada keputusan merelakan suami untuk poligami. Bukankah berbagi itu indah dok?" Imbuhnya sambil tersenyum santun.

Cukup sampai di sini saya berani menuliskan potongan percakapan antara kami bertiga pagi tadi saat pasien yang lain mulai ramai berdatangan ke poliklinik. Saya tak sanggup melanjutkan potongan yang lain. Terlalu mendebarkan... Terlalu mengaduk-aduk perasaan saya sebagai seorang perempuan. Duuh, Perempuan macam apa ini yg membiarkan suaminya menikah lagi bahkan dengan seseorang yang secara fisik lebih baik darinya?? Perempuan macam apa ini yang rela berbagi dengan perempuan lain padahal dia masih bisa menempuh cara lain untuk menghindari sebuah kata yang paling ditakutkan para isteri... 'poligami'?? Allah.... bidadari yang kau kirimkan di pagi ini sungguh menjelaskan bahwa surgaMu memang ada....

*Poliklinik Obgin menjelang sepi*
Selengkapnya...

rin_iffah

Sejarah peradaban telah mencatat bahwa Islam hadir dengan mengangkat tinggi derajat wanita di tengah kabut yang menutupi keterbelakangan dan kebodohan perlakuan para filsuf dan masyarakat Yunani, peradaban barbar Romawi, Persia, bangsa Arab, bahkan Yahudi dan Nasrani terhadap wanita. Dalam pandangan Bangsa Yunani, wanita tak lebih dari kotoran syaitan yang tidak memiliki hak sama sekali. sedang Romawi merendahkan wanita dengan menganggap bahwa wanita hanyalah seonggok benda mati tanpa ruh. Begitupula dengan bangsa Arab yang sampai mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup ketika masih kecil. “Dan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuannya, hitam padamlah mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah ia harus menguburkannya di dalam tanah hidup-hidup? Ketahuilah...! alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu!” (An Nahl 58-59)

Dan hari ini, pemikiran jahiliyah itu kembali mencuat. Pemikiran jahiliyah tidak lagi terdefinisikan sebagai keterbelakangan dan kebodohan karena lemahnya pengetahuan. Jahiliyah hari ini, hadir dengan wajah yang lebih tertata dengan baik, bersembunyi di balik wajah buram para intelektual yang mengusung nilai feminisme, liberalisme serta pluralisme. Di negeri ini para pejuang feminisme sebagian berwujud intelektual muslim berjilbab, para ilmuwan di kampus-kampus Islami yang hadir bak pahlawan kesiangan. Dengan alasan membela tokoh yang dianggap sebagai penggagas emansipasi, RA Kartini. Mereka berkicau dengan lantangnya mencoba untuk memangkas nilai-nilai kesantunan dan kelembutan seorang wanita. Padahal kartini sendiri membantah pengakuan mereka dalam surat yang beliau tulis jelang akhir hayatnya
“sudah lewat masanya.. tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, yang tiada taranya. Maafkan kami. tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang baik dan indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban?”(surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902)

"Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama."

Bahkan kartini terinspirasi firman Allah " ... mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)...” (QS Al Baqarah [2]: 257) yang kelak dikenal dalam kumpulan surat-suratnya berjudul habis gelap terbitlah terang.

Kartini, diakhir hayatnya sadar bahwa Eropa bukanlah negara yang patut ditiru oleh kaumnya. Eropa sebagai kiblat kebebasan berekspresi telah menggiring para wanita pada distrorsi perilaku yang bermartabat serta keluhuran budi. Apa yang bisa dibanggakan dari sebuah pembenaran perilaku tak berbudaya atas nama emansipasi? Alhasil, lahirlah ide-ide ‘merusak’ dari para penggaggas serta orang-orang yang menyebut mereka sebagai pejuang emansipasi. Mereka mencoba merancukan pemikiran serta mengotori pemuliaan Islam terhadap wanita. Mereka menganggap agama adalah doktrin kaku yang memasung hak-hak wanita. Dengan ‘kelancangan’-nya kepada Allah, mereka berani membuat-buat aturan sendiri, menyamakan pembagian waris, membolehkan wanita menjadi imam sholat jama’ah dengan makmum laki-laki, melucuti jilbab para muslimah dengan alasan tak relevan dengan globalitas masa.
Mereka bahkan pernah menggugat sebuah hadis dari Rasulullah shallalaahu ‘alaihi wa sallam : “tiada yang aku lihat kekurangan dalam akal dan agama yang meruntuhkan kekokohan akal orang yang cerdik, seperti kekurangan yang dimiliki salah seorang di antara kalian”. Lalu seorang wanita yang beliau ajak bicara bertanya, ‘apa maksudnya kurang dalam akal dan agama?’ beliaupun bersabda, ‘kekurangan dalam akal adalah bahwa persaksian dua orang wanita setara dengan persaksian seorang laki-laki. Adapun kekurangan agamanya adalah, salah seorang dari kalian tidak berpuasa di beberapa hari dalam bulan Ramadhan, dan dia tidak mendirikan sholat pada beberapa waktu sholat.” (HR. Abu Dawud)

Padahal kekurangan agama dimaksud adalah kekurangan dari segi kuantitas. Dimana wanita setiap bulan mengalami haid yang jelas menyebabkannya kurangnya kuantitas puasa dan sholat. Bukan dari segi kualitas. Karena bisa kita temukan para wanita muslimah dengan kualitas ibadah yang tak kalah dengan laki-laki. Dan bagi mereka ada janji kesetaraan oleh Allah dalam kalamNya :
“Sungguh, laki-laki dan perempuan Muslim, laki-laki dan perempuan yang beriman, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Alla, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al Ahzab:35)

Kepada mereka yang sibuk menggugat hadis rasulullah di atas, cukuplah kita katakan bahwa hadis tersebut ditujukan kepada para mukminah seperti Aisyah radhiyallaahu anha yang menghafal ribuan hadis dari Rasulullah serta menjadi rujukan ilmu para sahabat Radhiyallaahu anhuma. Ah, untuk hal ini pun mereka tak masuk kategori.

Inilah kondisi jahiliah yang merasuki pemikiran mereka. Padahal Islam hadir menemui para wanita di bilik-bilik mereka. Mengajarkan mereka nilai sebuah kesetaraan sejati. Laki-laki dan perempuan memang berbeda dalam beberapa aspek. Tapi mereka justru setara dalam berbagai aspek. Porsi berbeda dalam beberapa aspek bukanlah menunjukan sebuah ketakadilan. Bukankah pengertian adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan bukan membagi rata sesuatu untuk dua hal yang berbeda. Maka kita dapatkan wanita adalah makhluk yang dibekali dengan kelembutan. Karena ia dipersiapkan untuk membelai anak-anaknya, menjaga dengan anugrah kasih sayang yang tersemat pada sosok lembutnya. Sedangkan laki-laki dikaruniai karakter keras dan kuat karena ia dipersiapkan menjadi pelindung bagi rumah tangganya. Mereka hadir dengan karakteristik yang berbeda bukan untuk disetarakan, tetapi untuk saling melengkapi. Laki-laki dan perempuan hadir bukan untuk saling merendahkan posisi, justru mereka hadir sebagai belahan yang tak terpisahkan.
kesetaraan yang sebenarnya sudah berabad-abad silam dijelaskan dengan begitu gamblangnya oleh Allah dan Rosulnya.
Bahkan wanita adalah pemimpin di dalam rumah suaminya :
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya... seorang wanita adalah pemimpin bagi rumah tangga suaminya, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya....” (HR al Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan An Nasa’i)

Masing-masing, laki-laki dan perempuan adalah pemimpin yang pada tiap kepemimpinannya Allah takar kemampuan. Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain.

Dan bagi wanita beriman, terhadap ketetapan Allah atas mereka, kita ikrarkan dengan sepenuh kesadaran, Kami ridho dengan pembagian ini. Karena semua adalah kemuliaan di sisi Allah. Semulia pesan yang terukir indah dalam al-qur’an

“Dan janganlah kalian merasa iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian di antara kalian atas sebagian yang lain. Bagi para laki-laki terdapat bahagian dari apa yang mereka kerjakan, dan bagi para wanita pun terdapat bahagian dari apa yang mereka usahakan. Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.” (an Nisaa’ 32)
Selengkapnya...

rin_iffah

Cara perhitungan masa subur dengan menggunakan siklus haid dikenal dengan istilah pantang berkala yang biasanya digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi. Prinsip dari pantang berkala ialah tidak melakukan persetubuhan pada masa subur isteri. Penentuan masa subur ini digunakan tiga patokan yaitu :

1. Masa ovulasi, terjadi 14 ± 2 hari sebelum haid yang akan datang
2. Sperma dapat membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi
3. Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.
Jadi, jika kita ingin mencegah terjadinya kehamilan maka tidak boleh melakukan hubungan intim sekurang-kurangnya 3 hari (27 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam sesudah ovulasi terjadi.

Cara ini kelihatannya mudah, namun pada kenyataannya sulit untuk menentukan masa ovulasi yang tepat oleh karena hanya sebagian kecil wanita yang memiliki siklus haid teratur. Banyak diantaranya yang memiliki variasi dalam siklus haid terutama pada wanita pasca melahirkan dan mejelang menopause.

Adapun cara menentukan masa aman ini yaitu pertama dengan mengetahui lama siklus haid minimal 6 bulan (6 siklus) namun ada yang mengatakan boleh 3 bulan (3 siklus). Tentukan lama siklus haid terpendek dan terpanjang. Kemudian siklus haid terpendek dikurangi 18 hari, dan siklus haid terpanjang dikurangi 11 hari. Dua angka yang diperoleh merupakan range masa subur. Dalam jangka waktu subur tersebut harus pantang berhubungan intim, sedang diluarnya merupakan masa aman. Atau bisa dilihat dengan rumus berikut :

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang - 11

Sebagai contoh, jika seorang wanita mempunyai siklus haid yang bervariasi dari 28 sampai 36 hari, maka perhitungannya ialah 28-18 = 10, dan 36-11 = 25. Pada contoh ini, kehamilan dapat terjadi pada hari ke-10 hingga hari ke- 25 dari siklus haid. Sedang masa aman ialah pada hari ke- 1-9 siklus haid, dan hari ke 26 sampai hari 9 sesudah haid yang akan datang. Umumnya, makin teratur daur haid seorang wanita, makin kecil tingkat kegagalan cara ini.

Adapun cara lain untuk menentukan masa aman ialah dengan suhu basal badan. Menjelang ovulasi suhu basal badan akan turun. Kurang lebih 24 jam sesudah ovulasi suhu basal badan akan naik lagi sampai lebih tinggi daripada suhu sebelum ovulasi. Fenomena ini dapat digunakan untuk menentukan saat ovulasi. Suhu basal badan dicatat dengan teliti setiap hari. Suhu basal badan ini adalah suhu yang diukur di waktu pagi segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas apa-apa.

Penggunaan suhu basal badan dapat meninggikan daya guna pantang berkala. Hanya saja pada beberapa keadaan seperti infeksi, ketegangan, dan waktu tidur tidak teratur dapat pula meninggikan suhu basal badan. Karena itu dianjurkan agar jangan melakukan hubungan intim sampai terlihat suhu tetap tinggi 3 pagi berturut-turut.

Menggunakan sistem kalender perlu kerjasama yang baik antara suami istri karena metode ini butuh kemauan dan disiplin pasangan dalam menjalankannya. Masa berpantang yang cukup lama akan mengakibatkan pasangan tidak bisa menanti sehingga melakukan hubungan pada waktu masih berpantang.

Sumber : Buku Teks Ilmu Kebidanan YBP-SP Jakarta, 2002
Selengkapnya...

rin_iffah

Ada mitos di kalangan sebagian kaum Hawa bahwa datangnya menstruasi bisa ”menular”. Sesama perempuan yang tinggal di sebuah rumah biasanya memiliki siklus haid yang hampir bersamaan. Memang tidak sama persis, tapi siklus ini hanya terpaut beberapa hari saja. Bahkan di daerah tertentu, ada pantangan seorang perempuan yang sedang haid tidak boleh melewati perempuan lain yang belum haid, karena bisa menulari temannya. Lucu memang, tapi secara ilmiah kesamaan siklus haid di sebuah wilayah bisa dijelaskan dengan rinci.

Adalah Tevik Dorak, ahli medis dari Departemen Mikrobiologi, Toronto Medical Laboratories (TML) yang mengamati ikhwal kesamaan siklus menstruasi pada perempuan yang tinggal berdekatan di suatu tempat. ”Hal ini biasa terjadi pada teman sekamar, sahabat dekat, pasangan lesbian atau juga hubungan ibu dan anak,” ujar Dorak seperti dilansir Newscientist beberapa waktu lalu. Uniknya, kesamaan ini tidak hanya terjadi pada manusia, tapi juga pada hewan seperti tikus serta hewan pengerat lain, juga bangsa primata.

Riset paling mendalam berkaitan dengan siklus menstruasi yang seragam ini pernah dilakukan juga oleh Martha McClintock dari Jurusan Psikologi, University of Chicago. Perempuan inilah yang pertama kali melaporkan observasinya dalam jurnal Nature pada tahun 1971 dan terkenal dengan teori ”Efek McClintock”. Dalam studi ini dikatakan bahwa ada sinyal kemosensor yang terlibat dalam dua feromon dan organ vomeronasal (VMO) yang dikenal sebagai organ Jacobson yang bertanggung jawab terhadap efek keseragaman siklus haid.

Feromon merupakan sinyal kimia yang berada di udara yang tidak bisa dideteksi melalui bau-bauan tapi hanya bisa dirasakan oleh VMO di dalam hidung. Sinyal ini dihasilkan oleh jaringan kulit khusus yang terkonsentrasi di dalam lengan. Sinyal feromon ini diterima oleh VMO dan dijangkau oleh bagian otak bernama hipotalamus. Di sinilah terjadi perubahan hormon yang menghasilkan respons perilaku dan fisiologis.
Studi yang dilakukan McClintock ini sudah terbukti pada sejumlah hewan pengerat yang dijadikan objek analisisnya. Hewan-hewan pengerat yang tinggal dalam kandang yang sama cenderung memiliki siklus haid serupa. Bukan itu saja, hewan yang tinggal dan menghirup udara sama juga mengalami kesamaan siklus haid. Namun studi ini dibantah oleh ilmuwan lain yang berpendapat bahwa kendati manusia memiliki VMO juga bukan berarti memiliki fungsi yang sama dengan hewan.

Pada 1998 McClintock bersama rekannya Kathleen Stern mempublikasikan kembali hasil penelitiannya di jurnal Nature. Kali ini mereka menyatakan ada dua jenis feromon yang secara spesifik berpengaruh pada kesamaan siklus haid.

Siklus menstruasi terdiri atas tiga fase, yakni menses, pra-ovulasi dan luteal alias pasca ovulasi. Salah satu dari feromon dihasilkan oleh perempuan pada fase pra-ovulasi dari siklusnya dan mempercepat ovulasi di fase berikut. Feromon lain dipancarkan pada saat ovulasi berlangsung. Sinyal ini memiliki efek memperlambat siklus. Hasil akhirnya adalah berupa siklus sejumlah perempuan yang tinggal saling berdekatan.

Yang unik, studi penelitian ini mempunyai banyak kesamaan dengan fenomena siklus menstruasi perempuan di usia 20-an, tapi tidak pada perempuan berusia lebih tua dengan siklus tetap. Dan yang jelas, sinyal feromon ini masih bersifat dugaan serta masih diperselisihkan. Hingga saat ini, belum bisa didefinisikan secara kimiawi.

Selengkapnya...

rin_iffah

Jelang usia remaja, seorang wanita akan mengalami proses yang dikenal dengan menstruasi atau haid. Meskipun ini merupakan kondisi normal, namun masih banyak anak-anak gadis yang belum mengerti dengan pasti apa itu menstruasi sehingga ketika mereka pertama kali mengalami menstruasi akan timbul keadaan panik, bingung bahkan jijik. Bahkan ada sebagian yang merasa ketakutan dan menyangka bahwa dirinya sudah tidak perawan. Nah disini pentingnya peran orang tua untuk menanamkan pendidikan seks kepada anak gadisnya sehingga para gadis kecil ini akan merasa siap menjalani setiap perubahan normal yang terjadi pada tubuhnya.

Menstruasi menurut pengertian medis adalah suatu perubahan fisiologis pada wanita yang ditandai oleh pengeluaran darah melalui vagina yang berasal dari rahim, berlangsung secara teratur serta dipengaruhi oleh hormon-hormon tertentu. Menstruasi ini dimulai sejak seorang wanita memasuki masa pubertas atau sekitar 9 tahun. Meskipun demikian usia awal seorang wanita mengalami menstruasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kesehatan wanita itu sendiri, status nutrisi serta berat badan terhadap tinggi badan, bahkan pada beberapa ras tertentu ditemukan adanya percepatan terjadinya menstruasi. Biasanya menstruasi terjadi sekali selama sebulan dan berlangsung sampai seorang wanita mengalami menopause atau berhentinya menstruasi sekitar usia 45-50 tahun. Panjang siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari, namun rata-rata berada pada siklus 28 hari yang dikenal dengan siklus haid klasik. Keadaan siklus ini bisa berubah tiap bulan dan tergantung pada kondisi kesehatan fisik dan mental wanita tersebut. Siklus haid sering digunakan untuk menghitung masa subur seorang wanita dan bisa digunakan sebagai kontrasepsi alami.

Pada siklus menstruasi di kenal tiga masa utama, yakni masa haid, masa proliferasi dan diikuti dengan masa sekresi. Pada tiap siklus haid, FSH (follicle stimulating hormone)_ hormon yang berhubungan dengan pematangan sel telur_dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis (di daerah otak) yang menimbulkan beberapa folikel primer dapat berkembang dalam ovarium (indung telur). Folikel ini akan berkembang menjadi folikel de Graaf yang membuat esterogen. Hormon esterogen ini akan menekan produksi FSH, sehingga lobus anterior hipofisis dapat mengeluarkan hormone gonadotropin yang kedua yaitu LH (Leuteinising hormone). Pengeluaran hormone FSH dan LH dipengaruhi oleh RH (releasing hormone) yang disalurkan dari hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH ini sangat dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik esterogen terhadap hipotalamus. Juga oleh pengaruh dari luar seperti cahaya, bau-bauan melalui bulbus olfaktorius, dan hal-hal psikologik. Sebagai contoh, di Negara dengan empat musim, kehamilan lebih banyak terjadi pada musim semi (mulai ada cahaya) dan musim cahaya (adanya banyak cahaya). Masih diteliti efek bau-bauan terhadap manusia. Namun pada percobaan yang dilakukan terhadap kera dengan feromon (bau-bauan yang merangsang hasrat seks) diduga bahwa bulbus olfaktorius mempunyai peranan untuk mengeluarkan releasing hormon. Faktor psikologis juga mempunyai peranan dimana ditemukan pada wanita dengan pseudocyesis (Kehamilan palsu).

Bila penyaluran releasing hormone normal, maka gonadotropin juga akan diproduksi dengan baik sehingga folikel de Graaf akan matang dan berisi cairan folikuli yang mengandung esterogen. Esterogen mempunyai pengaruh terhadap endometrium (dinding rahim) yaitu menyebabkan endometrium tumbuh dan berpoliferasi. Masa ini dikenal dengan masa proliferasi.
Dibawah pengaruh LH, folikel de Graaf akan semakin matang kemudian bergerak mendekati permukaan indung telur dan kemudian terjadilah ovulasi (sel telur dilepas dari indung). Pada masa ovulasi ini kadang dijumpai sedikit perdarahan yang akan merangsang rongga panggul sehingga timbul rasa sakit yang disebut intermenstrual pain. Bisa juga ditemukan adanya perdarahan sedikit melalui vagina. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum (berwarna merah oleh karena perdarahan tadi) yang akan menjadi korpus luteum (warnanya menjadi kuning) di bawah pengaruh hormone LH dan LTH (luteotropic hormone), hormone gonadotropin yang lain. Korpus luteum ini menghasilkan progesterone yang berpengaruh terhadap endometrium yang telah berpoliferasi dan menyebabkan kelenjar berkeluk-keluk dan bersekresi serta mengalami penebalan. Masa ini dikenal dengan masa sekresi. Pada masa ini rahim telah disiapkan untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Dan jika terjadi pembuahan maka korpus luteum akan dipertahankan dan berkembang menjadi korpus luteum graviditas.

Bila tidak ada pembuahan, korpus luteum berdegenerasi menyebabkan kadar esterogen dan progesterone menurun. Menurunnya kadar esterogen dan progesterone ini berakibat pada arteri yang berkeluk-keluk pada endometrium. Arteri-arteri ini akan mengalami dilatasi dan kemudian menjadi spasme dan iskemia. Setelah itu terjadi degenerasi serta perdarahan dan pelepasan endometrium yang telah mengalami nekrosis (penciutan). Proses ini dikenal dengan menstruasi atau haid.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, nyeri menjelang menstruasi (dismenore) merupakan suatu proses yang normal yang terjadi pada masa ovulasi. Pada beberapa wanita nyeri ini menimbulkan perasaan tidak nyaman bahkan sampai menganggu aktivitas sehari-hari. . Gejala-gejala dari gangguan menstruasi dapat berupa payudara yang melunak, puting susu yang nyeri, bengkak, dan mudah tersinggung. Beberapa wanita mengalami gangguan yang cukup berat seperti kram yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot halus rahim, sakit kepala, sakit pada bagian tengah perut, gelisah, letih, hidung tersumbat, dan ingin menangis. Dalam bentuk yang paling berat, sering melibatkan depresi dan kemarahan, kondisi ini dikenal sebagai gejala datang bulan atau PMS (Pre Menstrual Syndrome), dan mungkin membutuhkan penanganan medis.

Selengkapnya...