rin_iffah

"Telah datang kepadamu bulan Ramadlan, bulan yang diberkahi. Allah SWT telah mewajibkan puasa kepadamu didalamnya; pada bulan ini dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta para setan dibelenggu, dan pada bulan ini terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak dapat memperoleh kebaikannya maka ia tidak memperoleh apa-apa" (HR. Imam Ahmad dan Nasa'i).


Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana diwajibkan bagi setiap ummat Islam untuk berpuasa. Puasa merupakan salah satu ibadah di antara ibadah-ibadah lain yang bisa dijalankan di bulan Ramadhan. Selain itu banyak keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan di banding bulan-bulan lainnya, dan termasuk keistimewaan bagi orang yang berpuasa di dalamnya. Di antaranya yaitu :

  • Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.
  • Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa hingga berbuka.
  • Setiap hari bulan Ramadhan Allah menghiasi Surga-Nya seraya berkata: “Hampir tiba saatnya para hamba-hambaku yang shalih melepaskan segala beban dan gangguan serta segera menuju engkau (Surga)!”
  • Setan dibelenggu.
  • Dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka.
  • Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
  • Akan diberi pengampunan bagi orang yang berpuasa pada malam terakhir bulan Ramadhan.
  • Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari Neraka pada setiap malam bulan Ramadhan.

Salah satu hikmah dari puasa yang bisa dirasakan langsung bagi yang menjalankannya yaitu sehubungan dengan kesehatan. Karena secara umum, puasa merupakan saat yang tepat untuk mengistirahatkan diri. Berikut sekilas bukti tentang keutamaan puasa ditinjau dari segi kesehatan :

Saat puasa, kita tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam. Saat ini merupakan saat yang tepat buat mengistirahatkan organ pencernaan. Lalu apa hubungannya dengan kesehatan???. Menurut ahli terapi nutrisi, Andang Gunawan A.D.N., N.D, tubuh kita memiliki irama aktivitas biologis selama 24 jam. Aktivitas ini berlangsung secara sistematis tanpa henti. Siklus ini terbagi dalam tiga fase :

Pukul 04.00-12.00 : Pembuangan (pembuangan sampah makanan)

Pukul 12.00-20.00 : Pencernaan (pemrosesan zat-zat makanan)

Pukul 20.00-04.00 : Penyerapan (pengambilan sari-sari makanan)

Fakta menunjukkan bahwa lama makanan tinggal di usus dalam proses pencernaan adalah 14 jam. Selama setahun, organ yang satu ini bekerja terus menerus oleh karena jeda waktu ketika kita makan tidak selama itu. Jika dimisalkan sarapan pukul 06.00, kemudian makan siang pukul 13.00, jeda keduanya hanya 7 jam, masih separuh dari waktu transit makanan. Jadi, saat makanan pagi belum sempat terbuang, sudah masuk makan siang. Begitu seterusnya sepanjang hari, sepanjang tahun. Sehingga organ pencernaan kita jarang beristirahat dan juga siklus di atas akan berantakan sehingga kita akan mudah menderita penyakit.

Ternyata, istirahat ini tidak saja dibutuhkan oleh organ pencernaan, tetapi juga oleh organ lain termasuk otak . proses perbaikan tubuh dan otak termasuk molekul memori terjadi saat tubuh beristirahat, terutama saat tahap ’deep sleep’. Deep sleep atau yang kita kenal sebagai tidur nyenyak ini menurut penelitian dr. Ebrahim Kazim dengan menggunakan EEG (perekam gelombang otak) didapatkan bahwa pada saat puasa keadaan ’deep sleep’ ini lebih mudah tercapai yang berefek pada perbaikan tubuh dan otak, termasuk molekul memori lebih maksimal.

Efek lainnya selama berpuasa, kadar magnesium (salah satu mineral penting bagi tubuh) meningkat. Magnesium ini memiliki efek cardio-protective sehingga puasa akan membuat jantung kita lebih ’awet’.

Puasa juga terkenal tidak hanya di kalangan muslim, tetapi juga di kalangan non-muslim. Puasa dijadikan sebagai program penurunan berat badan. Hal ini sesuai dengan penjelasan dr. Madarina Julia, Sp.A, MPH bahwa saat puasa terjadi penurunan kadar gula darah dan pelepasan Growth hormon. Saat terjadi pelepasan growth hormon ini lemak viseral yang kebanyakan tertimbun di perut akan terbakar sehingga perut menjadi langsing.

Seseorang yang terbiasa berpuasa, akan memudahkannya untuk beradaptasi dengan perbedaan waktu. Dimana dia akan terhindar dari kondisi yang dikenal dengan istilah jet lag, suatu sindrom berupa rasa tidak nyaman pada pencernaan, pikiran, kelelahan, disertai gangguan tidur akibat bepergian melintasi zona waktu yang berbeda. Hal ini karena pada saat puasa adaptasi hormon menjadi cepat sehingga irama sirkadia telah terbiasa untuk beradaptasi dengan waktu adaptasi minimal. Normalnya, seseorang yang bepergian dengan perbedaan waktu satu jam maka dia memerlukan waktu satu hari untuk menyesuaikan diri dan menghilangkan jet lag. Sedang, bagi yang terbiasa puasa bisa beradaptasi jauh lebih cepat.

Itulah di antara keutamaan berpuasa, salah satunya puasa dari tinjauan kesehatan. Dan jelang ramadhan, semoga kita telah mempersiapkan bekal untuk bertarung meraih gelar takwa di bulan penuh berkah ini.

Abu Said Al-Khudri radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda : ” Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari saja karena Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sumber :
  1. Meneladani Shaum Rasulullah, Syaikh Salim bin ’Ied al-Hilali, Syaikh ’Ali Hasan ’Ali Abdul Hamid
  2. Hidup Sehat Ala Rasulullah, Egha Zainur Ramadhani, Pro U Media
Share

0 Responses

Posting Komentar