rin_iffah



HANAMI (acara menikmati sakura) biasanya dilakukan pada akhir Maret/awal April saat bunga sakura mulai bermekaran. mekarnya bunga sakura bagi warga Jepang adalah sebuah kebahagiaan. Di tiap daerah waktu untuk menikmati bunga sakura ini berbeda-beda, dimulai dari daerah paling selatan. Pada saat-saat tersebut banyak rombongan yang berpiknik di bawah pohon sambil menghidu aroma kuntum sakura.


Ada yang menarik dari hanami, yang ternyata bukan hanya sekedar kegiatan melihat bunga sakura. Tradisi ini menjadi unik karena hanami telah berkembang menjadi kebiasaan untuk pesta di bawah pohon sakura. Biasanya orang-orang akan datang secara berombongan, menggelar semacam plastik atau tikar dan berpesta di situ, antara lain minum sake dan makan-makan. Mereka bisa saja datang membawa bento (bekal) dari rumah, tapi bagi yang tidak membawa makanan, di sana tersedia warung-warung tenda yang menyediakan berbagai macam makanan seperti takoyaki, yakisoba, udon, yakitori, ayam goreng, sosis tusuk, berbagai cemilan manis, bahkan sampai mainan anak-anak. Suasananya sungguh meriah, apalagi saat musim sakura mencapai puncaknya. Bisa dipastikan taman-taman akan penuh dengan orang-orang yang datang untuk hanami.

Hmmmp… saat ini warga Jepang sempat ga ya menikmati indahnya sakura di saat mereka tengah bertarung mengatasi ancaman radiasi pasca gempa dan tsunami beberapa waktu lalu???!!!!
Selengkapnya...

rin_iffah



Bahasa Jepang termasuk dalam rumpun bahasa Ural Alta, namun dalam perkembangannya tidak menunjukkan hubungan yang nampak secara langsung dengan rumpun bahasa Ural – Alta seperti korea dan Mongolia.

Secara umum, masyarakat Jepang sangat terkesan dan amat menghargai foreigner yang mempelajari bahasa ibu mereka terlebih lagi jika kita mengungkapkannya dalam percakapan sehari-hari meskipun dengan logat atau intonasi yang salah. Ada beberapa hal unik yang saya catat dari bahasa yang satu ini, di antaranya :

1. Penulisan kata dalam bahasa Jepang bisa menggunakan empat jenis huruf yaitu :

· HIRAGANA; biasa untuk bahasa Jepang asli yang tidak ada huruf kanjinya. Tulisan hiragana mewakili satu suku kata

· KATAKANA; untuk kata-kata yang berasal dari bahasa asing, yang mana kata-kata dari bahasa asing tersebut telah diadaptasikan ke dalam bahasa Jepang

· KANJI; diambil dari tulisan cina dan menjdai ideogram dasar yang masing-masing karakternya mewakili satu suku kata atau satu ide. jumlah karakter Kanji yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari saja dikatakan berjumlah sekitar 2,000 huruf.

· ROMAJI; huruf latin. Kalo yang paling mudah sih tulisan dengan romaji karena mudah dibaca, tapi itu jarang ditemukan kalo kita berada di Jepang. Penulisan dalam romaji biasanya hanya untuk memudahkan para pemula buat belajar nihon-go.

2. Jika bahasa Indonesia maupun bahasa asing lainnya kebanyakan menggunakan pola Subyek-Predikat-Obyek dalam penyusunan kalimat, maka sebaliknya bahasa Jepang lebih sering menggunakan pola Subyek-Obyek-Predikat. Misalnya :

Saya Minum Teh : Watashi wa ocha o nomimasu

S P O S O P

3. Bahasa Jepang mudah diucapkan karena hanya terdiri atas 5 bunyi; a, i, u, e, o. Dan tidak ada akhiran huruf mati dalam bahasa Jepang kecuali huruf n. Oleh karenanya kebanyakan bahasa serapan dari luar Jepang yang berakhiran huruf mati bakalan dirubah sesuai dengan kaidah pengucapan orang Jepang.

Misalnya : Ice cream = aisukuriimu, pasport = pasupoto, computer =kompyuta, pineapple = painappuru

Contoh kalimat :

A : Ohayoo gozaimasu wa Eigo de nanto iimasuka

(Ohayoo gozaimasu dalam bahasa Inggris disebut apa?)

B : Ohayoo gozaimasu wa Eigo de GUDDOMOONINGU to iimasu

(Ohayoo gozaimasu dalam bahasa Inggris disebut GUDDOMONINGU)

Oh ya, orang Jepang sulit mengucapkan huruf L, jadi Assalaamualaikum biasa disebut Assaraamuaraikum, atau coca-cola = kora-kora

4. Kata benda dalam bahasa jepang pada umumnya tidak mempunyai bentuk jamak, jadi jika kita menunjuk pada satu televisi (terebi) akan sama dengan menunjuk televisi yang lebih dari satu, biasanya untuk membedakan televisi yang banyak terdapat kalimat percakapan selanjutnya seperti televisi yang mana atau televisi yang seperti apa. Kata jamak dalam bahasa indonesia dapat kita bentuk dengan mengulang kata tersebut seperti pohon-pohon, buah-buahan.


5. Untuk menyambung kata atau kalimat digunakan partikel, terdapat berbagai jenis partikel dalam bahasa jepang, penggunaan pertikel tersebut disesuaikan dengan fungsi dari kata yang akan disambung, sebagai contoh, partikel no biasa digunakan untuk menyambung kata benda dengan kata benda

Contoh : Masakan Jepang : Nihon no ryori

Buku Saya : watashi no hon

Nama Saya Syifaa : Watashi no namae wa Syifaa desu

Wa dan no hanya sebagian contoh partikel dari begitu banyak partikel yang ada dalam bahasa Jepang.


6. Dalam bahasa Jepang terdapat kalimat dalam bentuk biasa dan bentuk sopan. Kedua bentuk tersebut berbeda penggunaannya. Bentuk sopan biasa dipakai saat berbicara dengan atasan atau dengan orang yang lebih dihormati. Sedangkan bentuk biasa diucapkan kepada teman.


Kamu bentuk biasanya : kimi sedangkan bentuk sopannya : anata wa

Ahmad panggilan biasanya : Ahmad kun sedangkan bentuk sopannya : ahmad san

Sedikit catatan; penggunaan kata san sangat penting dalam percakapan bahasa Jepang, karena dianggap tidak sopan ketika kita memanggil mereka dengan nama saja.


Untuk sementara segitu dulu yah. insyaAllah kesempatan lain ta bahas tentang greetings sekalian kosakata yang sering diucapkan sehari-hari. Mata aimashou!
Selengkapnya...

rin_iffah

Jum’at, pukul 16.30 WIT, hampir semua stasiun TV mengabarkan bencana tsunami yang menyapu negeri matahari terbit, Jepang. Breaking news dengan durasi yang lumayan panjang sejenak mengalihkan perhatianku. Negara yang konon memiliki sistem penanggulangan gempa tercanggih ini dalam hitungan menit diluluh lantakan oleh hempasan gelombang setinggi 4 meter.

Tiga puluh menit kemudian ada kabar lain yang tak kalah mengejutkan. Alarm sign yang dikeluarkan oleh BMKG terhadap 3 wilayah di Indonesia yang akan mendapatkan kiriman tsunami dari Jepang, salah satunya MALUKU UTARA yang saat itu aku berada tepat di atas tanahnya. Tidak tanggung-tanggung pengumuman itu disertai prediksi waktu gelombang tsunami yang akan menghampiri. Pukul 18.00 WIB yang berarti pukul 20.00 WIT.

Dan jelang pukul 20.00 WIT. Setiap ruas jalan yang aku lalui dipenuhi oleh kendaraan yang berusaha saling mendahului mencari dataran tinggi hanya untuk menyelamatkan jiwa. Bayangan hari kiamat seketika memenuhi alam pikiranku. Subhanallaah, sedikit ancaman telah menjadikan manusia kehilangan kendali. Bagaimana dengan ancaman yang jauh lebih dahsyat dari itu???

Pada saat tulisan ini dibuat, di daerahku diguyur hujan deras disertai angin kencang beberapa hari terakhir. Pepohonan tumbang dan menutupi beberapa ruas jalan. Di belahan bumi yang lain, ancaman angin puting beliung, banjir bandang, letusan gunung berapi, serta gempa silih berganti. Bencana tak pernah kunjung berlalu dari tiap episode kehidupan manusia. Lantas apakah kita harus lari ketika bencana mendekat dan semakin mengakrabi tiap derap langkah hidup kita???

Bagi orang beriman, dimanapun berada, mereka tidak akan pernah merasa aman dari siksa Allah, bahkan di tempat ter-aman sekalipun. Ketika siang menyapa atau gelap malam mulai menghampiri, di saat terlelap ataupun terjaga, ketika dekat atau pun jauh dari musibah. Mereka senantiasa teringat firman Allah dalam Surat Al-a’raf ayat 97-99 :
“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”

Kita belajar dari gempa Aceh dan Jogja beberapa tahun lalu, Letusan gunung merapi di Jawa Tengah, dan yang terakhir gempa dan tsunami yang melumpuhkan negara Jepang. Ia datang ketika pagi mulai menghangatkan bumi, di saat sebagian orang sementara menyiapkan hari, atau ketika yang lain sibuk mengais rezki, tak tanggung bencana pun menghampiri ketika gelap mulai menyelimuti malam dan manusia terlelap dalam mimpi. Dan semuanya terjadi secara tiba-tiba tanpa ada yang menduga.

Maka bagi orang beriman, setiap musibah yang menimpa menjadikan mereka senantiasa awas dan tak pernah merasa aman. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh baginda nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah riwayat, dari aisyah radhiyallaahu anha, adalah nabi ketika melihat cuaca berubah disertai angin kencang maka jiwanya tak pernah tenang. Beliau senantiasa keluar masuk kamarnya . semua itu dilakukan karena takut akan siksa Allah. Yah, seorang nabi sekalipun senantiasa terjaga dari rasa aman akan siksaNya. Nabi yang terpelihara dari melakukan perbuatan dosa (ma’shum) pun merasa takut, apatah lagi kita yang berlumur lumpur dosa, jauh lebih pantas untuk takut dan tidak merasa aman dari siksaNya.

Ketika rasa takut itu semakin membelenggu hati seorang mukmin, mereka akan berlari dengan sekuat daya. Mereka berlari mendekat kepada RobbNya. Mendekat dengan ta’at yang semakin berlipat. Sebagaimana perkataan Abul Qosim : “barang siapa takut kepada sesuatu, maka ia akan lari darinya. Dan siapa yang takut kepada Allah, maka ia akan lari kepadaNya”
Inilah kelemahan yang menjadi kekuatan seorang mu’min. Musibah bertubi-tubi semakin menambah kualitas takwa mereka di sisi Allah. Mereka yakin dengan firman Allah : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman, dan bertakwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (al-a’raf : 96)

Mereka yakin, keta’atan akan merubah bencana menjadi rahmat. Hujan yang mengguyur bumi tak akan menenggelamkan dan membanjiri, justru akan menyuburkan tetanam dan menjadi minuman menyegarkan bagi ternak. Di saat ta’at, angin tak akan meruntuhkan tetapi menyejukkan dengan hembusannya. Ta’at pula yang menjadikan bumi tak merengek dengan gempa, lautan tak menangis dengan tsunami, dan gunung pun tak akan meraung murka dengan letusan dan muntahan laharnya. Semuanya tunduk di atas perintah Sang Pencipta yang kita pun tunduk dalam ta’at kepadaNya. Wallaahu a’lam bishowaab......
Selengkapnya...

rin_iffah

Ada mitos di kalangan sebagian kaum Hawa bahwa datangnya menstruasi bisa ”menular”. Sesama perempuan yang tinggal di sebuah rumah biasanya memiliki siklus haid yang hampir bersamaan. Memang tidak sama persis, tapi siklus ini hanya terpaut beberapa hari saja. Bahkan di daerah tertentu, ada pantangan seorang perempuan yang sedang haid tidak boleh melewati perempuan lain yang belum haid, karena bisa menulari temannya. Lucu memang, tapi secara ilmiah kesamaan siklus haid di sebuah wilayah bisa dijelaskan dengan rinci.

Adalah Tevik Dorak, ahli medis dari Departemen Mikrobiologi, Toronto Medical Laboratories (TML) yang mengamati ikhwal kesamaan siklus menstruasi pada perempuan yang tinggal berdekatan di suatu tempat. ”Hal ini biasa terjadi pada teman sekamar, sahabat dekat, pasangan lesbian atau juga hubungan ibu dan anak,” ujar Dorak seperti dilansir Newscientist beberapa waktu lalu. Uniknya, kesamaan ini tidak hanya terjadi pada manusia, tapi juga pada hewan seperti tikus serta hewan pengerat lain, juga bangsa primata.

Riset paling mendalam berkaitan dengan siklus menstruasi yang seragam ini pernah dilakukan juga oleh Martha McClintock dari Jurusan Psikologi, University of Chicago. Perempuan inilah yang pertama kali melaporkan observasinya dalam jurnal Nature pada tahun 1971 dan terkenal dengan teori ”Efek McClintock”. Dalam studi ini dikatakan bahwa ada sinyal kemosensor yang terlibat dalam dua feromon dan organ vomeronasal (VMO) yang dikenal sebagai organ Jacobson yang bertanggung jawab terhadap efek keseragaman siklus haid.

Feromon merupakan sinyal kimia yang berada di udara yang tidak bisa dideteksi melalui bau-bauan tapi hanya bisa dirasakan oleh VMO di dalam hidung. Sinyal ini dihasilkan oleh jaringan kulit khusus yang terkonsentrasi di dalam lengan. Sinyal feromon ini diterima oleh VMO dan dijangkau oleh bagian otak bernama hipotalamus. Di sinilah terjadi perubahan hormon yang menghasilkan respons perilaku dan fisiologis.
Studi yang dilakukan McClintock ini sudah terbukti pada sejumlah hewan pengerat yang dijadikan objek analisisnya. Hewan-hewan pengerat yang tinggal dalam kandang yang sama cenderung memiliki siklus haid serupa. Bukan itu saja, hewan yang tinggal dan menghirup udara sama juga mengalami kesamaan siklus haid. Namun studi ini dibantah oleh ilmuwan lain yang berpendapat bahwa kendati manusia memiliki VMO juga bukan berarti memiliki fungsi yang sama dengan hewan.

Pada 1998 McClintock bersama rekannya Kathleen Stern mempublikasikan kembali hasil penelitiannya di jurnal Nature. Kali ini mereka menyatakan ada dua jenis feromon yang secara spesifik berpengaruh pada kesamaan siklus haid.

Siklus menstruasi terdiri atas tiga fase, yakni menses, pra-ovulasi dan luteal alias pasca ovulasi. Salah satu dari feromon dihasilkan oleh perempuan pada fase pra-ovulasi dari siklusnya dan mempercepat ovulasi di fase berikut. Feromon lain dipancarkan pada saat ovulasi berlangsung. Sinyal ini memiliki efek memperlambat siklus. Hasil akhirnya adalah berupa siklus sejumlah perempuan yang tinggal saling berdekatan.

Yang unik, studi penelitian ini mempunyai banyak kesamaan dengan fenomena siklus menstruasi perempuan di usia 20-an, tapi tidak pada perempuan berusia lebih tua dengan siklus tetap. Dan yang jelas, sinyal feromon ini masih bersifat dugaan serta masih diperselisihkan. Hingga saat ini, belum bisa didefinisikan secara kimiawi.

Selengkapnya...

rin_iffah

Adalah kebiasaan para bangsawan jahiliyah Madinah dengan membuat serta menempatkan patung di bagian tertentu di dalam rumah mereka agar setiap saat mereka dapat menyembah dan mengambil berkah darinya. Itupula yang diperbuat Amr bin Jamuh, salah seorang pemimpin sepuh Madinah, kepala suku Bani Salamah yang sangat dihormati.

Sebuah patung indah, terukir dari kayu khusus dan berbalut sutera lembut nan mahal terpajang di sudut rumah orang tua ini. Amr bin Jamuh begitu menghormati tuhannya yang diberi nama manat. Jelang pagi dan sore, ia melakukan perawatan khusus untuk manat. Dibersihkan dan diminyaki dengan wangi-wangian mahal yang hanya sanggup dibeli oleh golongan bangsawan.

Ketika fajar Islam memasuki Madinah, usianya sudah mencapai 60 tahun. Namun saat itu hatinya belum tergerak untuk memeluk islam. Bahkan ia sangat mencemaskan kalau-kalau keluarganya pun terpengaruh dengan ajakan duta Islam di Madinah, Mushab bin Umair. Ia tidak mengetahui jika kedua anak remajanya telah mengikuti langkah sahabat mereka Mu’adz bin Jabal dalam menyeru panggilan Allah dan Rasulnya.

Pemuda Mu’adz bin Jabal resah melihat kebiasaan Amr bin Jamuh yang berlebihan terhadap patungnya manat. Akhirnya ia mengajak kedua anak Amr untuk meruntuhkan keyakinan ayah mereka terhadap sembahannya yang tidak memberi manfaat apa-apa. Bentuk da’wah yang lain yang kelak terukir indah dalam lembaran sejarah. Bukan dengan kata-kata apalagi dengan mengangkat senjata, tapi cukup dengan perbuatan yang menyentuh sisi kemanusiaan seorang makhluk Allah.

Setelah berunding, ketiga pemuda ini pun melakukan misinya. Ketika malam semakin larut dan orang-orang mulai terlelap dalam mimpi, mereka mengendap-endap dan menyusup ke dalam rumah amr untuk mengambil patung manat dan membuangnya ke dalam lubang kotoran manusia. Begitu hati-hatinya aksi mereka sehingga tak ada seorangpun yang mengetahuinya. Keesokan harinya, seperti kebiasaannya pada hari-hari sebelumnya, amr bin jamuh ingin melakukan ritual ibadahnya kepada manat, namun betapa terkejutnya ia melihat berhala yang begitu dicintainya tak berada di tempat. Ia pun bergegas mencari berhalanya itu dan akhirnya ia temukan di tempat pembuangan kotoran. Kemarahan pun melingkupinya ketika melihat kondisi tuhannya yang tergeletak tak berdaya "celakalah orang yang menganiaya tuhan kami," kata 'Amr bin Jamuh mengutuk.. Diambilnya patung manat dan dibersihkan serta diberikan wangi-wangian dan ditempatkan kembali seperti sedia kala. Ia kemudian berujar ”Hai Manat! Demi Allah! Kalau aku tahu orang yang menganiayamu, sungguh akan aku hukum dia"

Melihat sikap amr yang tetap memuja patungnya, Mu’adz bin Jabal beserta ke dua putra amr semakin bersemangat untuk mencari cara agar ia mendapat hidayah. Mereka pun terus melakukan aksi yang sama. Dan setiap pagi amr bin jamuh dengan kesabarannya selalu memandikan dan membersihkan patungnya setiap kali ia jumpai di lubang kotoran. Akhirnya, pada suatu pagi hilanglah kesabarannya. Ia pun membekali tuhannya itu dengan sebilah pedang yang disematkan di leher patung Manat seraya berkata, “ Wahai Manat, jika kamu memang hebat tentu bisa menjaga dirimu dari aniaya orang lain!”

Melihat apa yang dilakukan amr, mu’adz dan kawan-kawannya merasa mendapat celah dari seorang amr bin jamuh. Mereka semakin yakin akan mampu menyadarkan amr dari kekeliruannya selama ini. Maka malam itu, ketika orang tua itu sudah tidur, Mu'adz dan kawan-kawan segera pula beraksi. Pedang yang tergantung di leher Manat mereka ambil. Patung Manat mereka ikat menjadi satu dengan bangkai anjing, kemudian mereka lemparkan ke lubang kotoran, pagi-pagi 'Amr bin Jamuh mencari-cari patung pujaanya. Didapatinya patung itu tengkurap, bersatu dengan bangkai anjing dalam comberan bergelimang kotoran. Kata 'Amr bin Jamuh, "Seandainya engkau benar-benar tuhan, tentu engkau tidak sudi diikat bersama bangkai anjing di dalam comberan bergelimang kotoran seperti itu..."

Akhirnya ia pun tersadar. Bergegas membersihkan diri, memakai wangi-wangian kemudian menemui rasulullah untuk menyatakan keislamannya. Tak lama ia mencicipi manisnya iman dilingkup perjuangannya bersama rasulullah. Di saat perang uhud, sahabat Amr bin Jamuh meraih syahidnya. Ia penuhi seruan Allah dan RosulNya meskipun di usia senja dengan raga yang tak lagi sempurna. Yah, beliau saat itu pincang sebelah kakinya. Namun semangat juangnya tak padam tak kalah dengan semangat Mu’adz bin Jabal dan kedua putranya ketika membantunya meraih cahaya hidayah. Ia jemput surga dengan semua pengorbanan terbaiknya. Di uhud, ia raih keridhoan Robbul izzati.
Selengkapnya...